0852-2222-6638 | sdn010bb@gmail.com
Berita Terbaru

Antisipasi Kekeringan di Kawasan Pesisir, Tim PKM UMRAH Edukasi Teknologi Panen Air Hujan dan Biopori di SDN 010 Bukit Bestari

21 September 2026     60 kali dibaca
Antisipasi Kekeringan di Kawasan Pesisir, Tim PKM UMRAH Edukasi Teknologi Panen Air Hujan dan Biopori di SDN 010 Bukit Bestari

TANJUNGPINANG — Sebagai langkah nyata mitigasi bencana kekeringan di wilayah pesisir, Jurusan Teknik Sipil dan Perencanaan (JTSP), Fakultas Teknik dan Teknologi Kemaritiman, Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Desa Binaan di SDN 010 Bukit Bestari pada Senin, 21 September 2026.

​Kegiatan yang bertajuk "Rancang Bina Lingkungan Pesisir: Edukasi dan Penerapan Teknologi Panen Air Hujan sebagai Strategi Mitigasi Bencana Kekeringan di Kawasan Pesisir Dompak" ini dipimpin langsung oleh Ketua Tim Pelaksana, Nefriwati Hilmi, S.T. Program ini disambut hangat oleh seluruh sivitas akademika sekolah, jajaran guru, staf, serta siswa-siswi SDN 010 Bukit Bestari.

Solusi Inovatif untuk Wilayah Pesisir

​Kawasan pesisir seperti Dompak kerap menghadapi tantangan tersendiri terkait ketersediaan dan pengelolaan air bersih. Melalui program PKM ini, tim UMRAH menghadirkan solusi teknologi tepat guna yang ramah lingkungan dan mudah diterapkan.

​Pihak sekolah mengapresiasi tinggi kolaborasi ini, mengingat kegiatan tersebut tidak hanya menghadirkan teknologi praktis, tetapi juga menjadi sarana edukasi lingkungan sejak dini bagi para murid.

Edukasi Praktis untuk Siswa: Dari Menabung Air Hingga Pengelolaan Biopori

​Dalam sesi sosialisasi bertema "Yuk, Tampung Air Hujan! Belajar Menabung dan Menjaga Air di Sekolah", para siswa diajak memahami pentingnya menghemat dan memanfaatkan air hujan.

​Materi edukasi yang disampaikan kepada siswa meliputi:

  1. Pengenalan Sistem Panen Air Hujan (PAH): Siswa diajarkan konsep menampung air hujan dari atap gedung sekolah untuk kebutuhan non-konsumsi seperti menyiram tanaman, membersihkan lantai, dan membilas toilet.

  1. Mengenal Komponen Alat PAH: Para siswa diperkenalkan pada 6 bagian utama sistem PAH, yaitu talang, pipa turun, pemisah air awal (first flush) untuk membuang kotoran awal atap, filter, tandon penyimpan, hingga keran.

  1. Simulasi dan Cara Kerjanya: Melalui alat peraga maket simulasi, siswa dapat melihat langsung aliran air hujan dari atap hingga tertampung di tandon tertutup.

  1. Peran Lubang Resapan Biopori (LRB): Jika tandon penampung penuh, air luapan (overflow) diarahkan ke Lubang Resapan Biopori (LRB). Selain mempercepat resapan air ke dalam tanah untuk mencegah genangan, LRB juga dimanfaatkan sebagai wadah pengolahan sampah organik (seperti daun kering dan sisa makanan) menjadi kompos alami.

  1. Budaya Menjaga Lingkungan: Siswa diajarkan kebiasaan sederhana seperti menggunakan air secukupnya, menutup keran rapat-rapat, tidak merusak pipa/tandon, serta melapor kepada guru jika menemukan kebocoran.

​Melalui sinergi antara perguruan tinggi dan sekolah dasar ini, diharapkan SDN 010 Bukit Bestari dan kawasan pesisir Dompak dapat tumbuh menjadi lingkungan yang lebih tangguh, mandiri, serta berkelanjutan dalam menghadapi ancaman krisis air bersih dan kekeringan di masa mendatang.