BUKIT BESTARI — Berawal dari kepedulian terhadap lingkungan, SD Negeri 010 Bukit Bestari meluncurkan program hidroponik kreatif dengan memanfaat limbah air buangan AC. Air pendingin ruangan yang sering kali dibiarkan menetes begitu saja, kini ditampung dan diolah menjadi media tanam utama untuk budidaya sawi pakcoy. Langkah ini tak sekadar menekan pemborosan air, tetapi juga membuka peluang panen yang sangat menjanjikan.
Air sisa AC dipilih karena tingkat kemurniannya yang tinggi dan bebas kandungan mineral berat, sehingga sangat efektif menyerap pupuk hidroponik. Meski begitu, kuncinya terletak pada kedisiplinan menjaga kestabilan tingkat keasaman air (pH) di rentang 6,0 hingga 7,0 serta pengaturan kadar pekatan nutrisi secara berkala.
Pengelolaan kebun di SDN 010 Bukit Bestari menerapkan skema pemberian nutrisi secara bertahap agar tanaman dapat menyerap makanan sesuai kapasitas pertumbuhannya:
Ketika tunas kecil mulai memperlihatkan daun pertamanya, air mulai dicampur nutrisi dengan konsentrasi sangat ringan (300–500 PPM). Tahap perkenalan ini penting agar sistem perakaran yang masih tipis tidak kaget atau terbakar.
Memasuki fase vegetatif, kebutuhan energi tanaman meningkat pesat. Dosis nutrisi ditingkatkan secara moderat ke kisaran 600–800 PPM untuk merangsang pembentukan struktur batang yang kokoh dan dedaunan yang segar.
Menjelang masa panen, pakcoy membutuhkan asupan maksimal pada rentang 1050–1400 PPM. Pekatan tinggi ini difokuskan untuk mempertebal helai daun, memaksimalkan bobot tanaman, dan mengoptimalkan kesegaran fisik sebelum siap dipetik.
Melalui perpaduan cermat antara efisiensi pemanfaatan sisa air AC dan kontrol nutrisi yang presisi, SDN 010 Bukit Bestari berhasil menyajikan contoh nyata bagaimana pendidikan karakter berwawasan lingkungan dapat menghasilkan karya yang produktif dan bernilai.
| Tanggal | : 18 Agustus 2026 |
| Dilihat | : 99 Kali |