Tanjungpinang — Membiasakan anak untuk mengenal dan
melaksanakan ibadah sejak usia dini merupakan bagian penting dalam membangun
karakter dan akhlak generasi penerus. Salah satunya dilakukan oleh siswi SD
Negeri 010 Bukit Bestari yang secara rutin melaksanakan sholat Dhuha setiap
Jumat pagi. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pembiasaan
keagamaan di lingkungan sekolah. Dengan suasana yang tenang dan tertib, para
siswi mengikuti rangkaian sholat Dhuha bersama sebagai upaya menanamkan
kecintaan terhadap ibadah sejak bangku sekolah dasar.
Sholat Dhuha merupakan salah satu sholat sunnah yang
dikerjakan pada waktu pagi, setelah matahari terbit hingga menjelang masuk
waktu Zuhur. Dalam ajaran Islam, ibadah sunnah ini memiliki banyak keutamaan.
Rasulullah ﷺ juga menganjurkan umatnya untuk memperbanyak amal kebajikan dan
mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Mengajarkan sholat kepada anak bukan semata-mata agar
mereka mampu menjalankan gerakan dan bacaan sholat. Lebih dari itu, pembiasaan
ibadah diharapkan dapat membentuk kedisiplinan, tanggung jawab, ketenangan
hati, serta kesadaran untuk selalu mengingat Allah SWT. Masa sekolah dasar merupakan periode penting dalam
pembentukan kebiasaan. Apa yang dilakukan secara berulang dengan pendampingan
dan keteladanan akan lebih mudah tertanam dalam diri anak.
Karena itu, kegiatan sholat Dhuha di sekolah dapat
menjadi sarana pendidikan karakter yang mengintegrasikan pembelajaran dengan
nilai-nilai keislaman. Anak-anak tidak hanya belajar melalui teori, tetapi juga
melalui praktik langsung.
Pelaksanaan sholat Dhuha setiap Jumat pagi di SD
Negeri 010 Bukit Bestari diharapkan menjadi momentum bagi para siswi untuk
memulai aktivitas dengan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Kebiasaan tersebut juga dapat menjadi pengingat bahwa
pendidikan tidak hanya berbicara tentang kemampuan akademik. Pendidikan juga
harus membentuk manusia yang memiliki iman, akhlak, kedisiplinan, kepedulian,
dan tanggung jawab.
Melalui pembiasaan sederhana yang dilakukan secara
konsisten, sekolah berupaya menumbuhkan generasi yang tidak hanya cerdas secara
intelektual, tetapi juga memiliki fondasi spiritual yang kuat.
Pada akhirnya, mengajarkan anak sholat sejak dini
adalah investasi pendidikan jangka panjang. Ketika kecintaan kepada ibadah
mulai tumbuh sejak kecil, diharapkan nilai-nilai kebaikan tersebut dapat
menjadi bagian dari kehidupan mereka hingga dewasa.
“Mendidik anak untuk mengenal Allah sejak dini bukan
hanya mengajarkan kewajiban, tetapi menanamkan bekal kehidupan agar mereka
memiliki hati yang dekat dengan Sang Pencipta.”