Tanjungpinang, 10 Agustus 2026 — Ada sesuatu yang terasa berbeda pada rutinitas pagi para pegawai dan tenaga kependidikan di lingkungan pendidikan Kota Tanjungpinang. Selama kurang lebih satu tahun, sebuah aplikasi yang awalnya digagas dari SD Negeri 010 Bukit Bestari telah menjadi bagian dari kebiasaan pagi: membuka ponsel, melakukan absensi, dan memastikan kehadiran tercatat secara digital.
Aplikasi tersebut adalah PREON, sebuah inovasi absensi digital yang dikembangkan untuk mendukung kedisiplinan dan tata kelola kepegawaian. Dalam perjalanannya, PREON digunakan oleh satuan pendidikan mulai dari TK, SD hingga SMP se-Kota Tanjungpinang sebagai salah satu sarana absensi digital bagi pegawai dan karyawan di lingkungan kedinasan pendidikan.
Bagi sebagian pengguna, PREON bukan sekadar aplikasi. Selama satu tahun berjalan, aplikasi ini telah menjadi bagian dari rutinitas kerja setiap pagi.
“Sesuatu yang menjadi kebiasaan pagi, kini hilang. Macam ada hal yang kurang.”
Kalimat tersebut mungkin menggambarkan perasaan banyak pengguna yang selama ini terbiasa menggunakan PREON untuk mengawali aktivitas kedinasan mereka.
Dari Sekolah, Menjadi Inovasi Kota
PREON tidak hanya hadir sebagai aplikasi absensi. Inovasi yang digagas dari SD Negeri 010 Bukit Bestari tersebut berhasil mendapatkan apresiasi di tingkat daerah maupun provinsi.
PREON berhasil meraih Juara 1 pada ajang Inovasi Daerah Kota Tanjungpinang (GEMINTANG) Tahin 2026. Prestasi tersebut menjadi bukti bahwa inovasi yang lahir dari lingkungan sekolah dapat berkembang dan memberikan manfaat yang lebih luas.
Tidak berhenti di tingkat kota, PREON juga berhasil meraih Juara 1 pada ajang Lomba GTK tingkat Provinsi Kepulauan Riau 2026.
Capaian tersebut tentu menjadi kebanggaan tersendiri bagi SD Negeri 010 Bukit Bestari sekaligus menjadi catatan penting dalam perjalanan transformasi digital pelayanan pendidikan di Kota Tanjungpinang.
Bukan Karena Tidak Berfungsi, Tetapi Karena Akan Beralih
Berakhirnya penggunaan PREON bukan disebabkan karena aplikasi tersebut tidak dapat digunakan. Berdasarkan tagihan perpanjangan domain yang diterbitkan penyedia layanan, domain preonsch.online memiliki masa perpanjangan mulai 8 Agustus 2026 sampai 7 Agustus 2027 dengan biaya perpanjangan dan administrasi sebesar Rp711.454.
Namun, melihat kondisi bahwa sistem absensi kedinasan akan segera berpindah ke Aplikasi SIAP milik Pemerintah Kota Tanjungpinang, maka perpanjangan domain PREON tidak dilakukan.
Keputusan tersebut diambil karena masa penggunaan PREON tinggal menunggu beberapa hari sebelum sistem absensi resmi beralih menggunakan aplikasi SIAP. Dengan demikian, melakukan pembayaran perpanjangan domain untuk satu tahun dinilai tidak lagi diperlukan.
Menutup Perjalanan, Membuka Lembaran Baru
Perjalanan PREON menjadi sebuah kisah menarik dalam inovasi digital pendidikan di Kota Tanjungpinang. Berawal dari sebuah gagasan di lingkungan sekolah, berkembang digunakan secara luas, kemudian meraih berbagai penghargaan, hingga akhirnya harus memberikan ruang bagi hadirnya sistem baru.
Kini, pengguna PREON tinggal menunggu diberlakukannya Aplikasi SIAP sebagai sistem absensi berikutnya. Kehadiran SIAP diharapkan bukan hanya menjadi pengganti sistem presensi, tetapi juga membawa pengelolaan kepegawaian ke arah yang lebih terintegrasi. Dengan keterhubungan antara data kehadiran dan Ekinerja Pegawai, aktivitas presensi tidak lagi berdiri sendiri. Kehadiran pegawai dapat menjadi bagian dari data pendukung dalam melihat kedisiplinan, tanggung jawab, dan kinerja pegawai secara lebih menyeluruh. SIAP memberikan kemudahan karena proses presensi dilakukan secara digital melalui perangkat masing-masing. Sistem juga memungkinkan data kehadiran tercatat dan dapat dipantau secara lebih cepat serta akurat. Dalam penerapannya di lingkungan Pemko Tanjungpinang, SIAP memang dikembangkan sebagai bagian dari upaya meningkatkan akuntabilitas, disiplin, dan digitalisasi pengelolaan pegawai. Sementara itu, integrasi dengan Ekinerja dapat memberikan gambaran yang lebih utuh: bukan hanya “apakah pegawai hadir?”, tetapi juga “apa yang dikerjakan dan bagaimana kinerjanya?” Dengan demikian, kehadiran SIAP diharapkan mampu menciptakan tata kelola kepegawaian yang lebih efektif, transparan, terukur, dan berbasis data. Presensi menjadi pintu awal untuk membangun budaya kerja yang disiplin, sedangkan Ekinerja menjadi ruang untuk melihat capaian dan tanggung jawab pegawai. PREON telah memberikan pengalaman dan fondasi dalam perjalanan digitalisasi presensi. Kini, saatnya melangkah ke sistem baru dengan SIAP—sebuah langkah menuju pengelolaan kehadiran dan kinerja pegawai yang semakin terintegrasi.
PREON mungkin tidak lagi muncul di layar ponsel setiap pagi. Tidak ada lagi rutinitas membuka aplikasi, memastikan lokasi, dan menekan tombol absensi seperti yang dilakukan selama setahun terakhir.
Namun, seluruh proses dan perjuangannya tetap menjadi bagian dari sejarah inovasi.
PREON sebuah aplikasi, kini tinggal kenangan.
Bukan tentang bagaimana sebuah aplikasi berakhir, tetapi tentang bagaimana sebuah gagasan sederhana dari sekolah mampu tumbuh, digunakan oleh banyak orang, meraih prestasi, dan memberikan warna dalam perjalanan digitalisasi pendidikan Kota Tanjungpinang.
| Tanggal | : 10 Agustus 2026 |
| Dilihat | : 195 Kali |